Tampilkan postingan dengan label warren buffet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warren buffet. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juli 2013

Buku Investasi

Berikut adalah daftar buku investasi yang direkomendasikan oleh Warren Buffett:  

Common Stocks and Uncommon Profits oleh Phil Fisher: Mengenai buku ini, Buffett berkata, "Aku mencari Phil Fisher setelah membaca Common Stocks and Uncommon Profits. Ketika aku bertemu dengannya, aku sangat terkesan oleh ide-idenya.. Sebuah pemahaman menyeluruh tentang bisnis, diperoleh dengan menggunakan teknik Phil... memungkinkan seseorang untuk membuat komitmen investasi yang cerdas."

 The Smartest Guys in the Room oleh Bethany McLean: Ini direkomendasikan dalam surat tahunan Buffett dari tahun 2003 dan mendeskripsikan naik dan turunnya saham Enron  

The Intelligent Investor oleh Benjamin Graham: Ini adalah pilihan Buffett. Ia mengatakan bahwa ini adalah "buku investasi yang paling penting" dan khususnya pada bab 8 dan 20.

 John Bogle on Investing: The First 50 Years oleh John Bogle. Buku ini lebih ditujukan pada investasi di reksa danasesuai keahlian Bogle (Vanguard Fund). Di masa lalu, Buffett menganjurkan investor yang tidak punya banyak waktu untuk berinvestasi dalam reksadana.  

The Essays of Warren Buffett oleh Warren Buffett & diedit oleh Larry Cunningham: Tidak ada cara yang lebih baik untuk belajar dari Buffet selain melalui kata-katanya sendiri. Buffett mengatakan bahwa buku ini adalah buku yang paling representatif pada pemikirannya.

 Sam Walton: Made in America oleh Sam Walton: Buku lain yang direkomendasikan Buffett di tahun 2003. Buku ini menjelaskan bagaimana Walmart dibangun dari awal sampai saat ini.

sumber :juruscuan.com/investasi/102-buku-investasi-yang-dibaca-oleh-warren-buffett


8 Buku Investasi Terbaik

Seperti kata sebuah ungkapan, “ Investasikan waktumu sebelum menginvestasikan uangmu”. Untuk sebuah ilmu yang berguna, berinvestasi pada buku-buku ini terasa sangatlah murah.






“Buffettology”
Mary Buffett dan David Clark

Tidak banyak orang yang beruntung bisa mengamati Warren Buffett dari dekat dan mendapatkan pandangan-pandangan berharga tentang prinsip-prinsip investasinya. Mary Buffett adalah salah satu di antaranya. Di dalam buku ini, mantan menantu Warren Buffett ini menuangkan pengetahuan yang diperolehnya dari Warren Buffett. Buku ini bukanlah buku tentang kehidupan Warren Buffett beserta tipikal anekdot-anekdot ringan melainkan sebuah panduan praktis untuk berinvestasi yang tak ternilai.

“Rumus Ajaib Menaklukkan Pasar”
Joel Greenblatt

Joel Greenblatt adalah seorang pengikut businesslike investing ala Ben Graham. Dalam buku ini, Greenblatt memberikan analogi yang sangat bagus untuk menggambarkan proses analisis fundamental. Magic Formula merupakan bagaikan melakukan indexing dengan memilih hanya saham-saham terbaik sehingga bisa menaklukkan pasar.

“The Intelligent Investor”
Benjamin Graham

Tidak dapat diragukan lagi, buku ini telah memberikan inspirasi bagi para value investor. Kekuatan pemikiran dan ketajaman analisis Ben Graham telah membuat buku ini menjadi salah satu referensi utama para investor.

“One up on Wall Street”
Peter Lynch

Konsep berinvestasi pada sesuatu yang kita ketahui dipegang teguh oleh Peter Lynch. Buku ini sangat menarik karena banyak memaparkan bahwa kita akan memperoleh banyak sekali ide investasi dengan hanya melihat ke sekeliling kita. Perusahaan yang terlihat mirip di atas kertas akan terlihat perbedaannya di dunia nyata. Dengan melihat bagaimana suatu bisnis dijalankan, angka-angka di dalam laporan akan terlihat hidup dan bukan hanya sekedar tulisan yang beku.

 “The Alchemy of Finance”
George Soros

Di balik semua kontroversinya, George Soros adalah seorang investor yang cemerlang. Keberhasilannya mengelola Quantum Fund telah melegenda. Tidak banyak yang mengetahui ketertarikan Soros terhadap filsafat dan dunia keuangan dijadikan laboratorium untuk melakukan eksperimennya. Buku ini adalah masterpiece dari Soros yang berisikan pemikirannya tentang dunia investasi dan keuangan.

“Common Stocks and Uncommon Profits”
Philip Fisher

Philip Fisher adalah seorang investor yang selalu menekankan pentingnya memahami operasional bisnis dan prospeknya dalam menganalisis saham. Konsep “scuttlebutt” untuk menganalisis suatu saham yang diperkenalkannya tetap relevan hingga kini dan membuat seorang Warren Buffett pun banyak belajar darinya. Buku ini berisikan banyak sekali mutiara yang sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran seorang investor.

“The Richest Man in Babylon”
George S. Clason

Buku yang ditulis pada tahun 1920 ini cukup mengejutkan karena masih tetap relevan untuk kondisi saat ini. Dengan lugas, buku ini mengajarkan kita hal-hal mendasar tentang investasi yang seringkali terlupakan. Dengan tutur bahasa yang ringan dan mengena, buku ini layak menjadi panduan bagi seorang investor, baik pemula atau yang sudah kawakan.

“A Random Walk Down Wall Street”
Burton G. Malkiel

Malkiel dalam buku ini menyadarkan kita bahwa tidak akan semudah itu mengalahkan kinerja pasar. Berlandaskan teori pasar efisien dan data empiris, Malkiel menunjukkan bahwa sebagian fund manager gagal untuk menaklukkan pasar. Solusi yang ditawarkannya adalah membeli index fund dengan fee yang rendah karena apapun yang terjadi, kinerja kita akan menyamai pasar. Apa yang dikemukakan di dalam buku ini adalah tantangan bagi banyak prinsip investasi sehingga menjadi bacaan yang sulit untuk dilewatkan.

sumber : parahita.wordpress.com/2012/09/25/8-buku-yang-penting-untuk-dibaca-investor/

Kamis, 06 Juni 2013

Cara Kaya Warren Buffet

Seringkali kita terinspirasi oleh orang-orang hebat. Betapa kerennya Steve Jobs membangun Apple, Bill Gates membangun Microsoft, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya, juga Sergey Brin dan larry Page dengan Google-nya.
Satu hal yg biasanya menjadi masalah besar yakni tidak banyak yg bisa mengikuti mereka. Memang, mereka pekerja keras, tapi mereka punya satu kesamaan, mereka adalah penghuni Silicon Valley di Amerika.
Mereka lahir dengan lingkungan yg sudah terkondisikan akan kemajuan teknologi, dimana sejak sangat kecil, baik itu Steve, Bill, Mark, ataupun Sergey dan Larry, mereka terbiasa dengan “teknologi”.

Tak perlu sedih hati apalagi menangis (#lebay :)),ada alternatifnya kok. Pencarian berlabuh kepada Warren Buffett.

“Tidak seperti jutawan teknologi, cara saya mudah dilakukan oleh orang lain.
Tetapi tidak banyak orang yg mau melakukannya”.
- Warren Buffet -


Inilah cara om Warren membangun imperium aset keberlimpahan.

1. Ketekunan

Membaca laporan keuangan perusahaan yang listing di bursa saham.
Umur 19 tahun, Warren Buffet sudah membaca buku Intelligent Investor nya Benjamin Graham.
Ketika menjadi mahasiswa, Warren terkenal sebagai orang yg “tahu segalanya”. Tanyakan perusahaan apapun pada Warren, maka Warren akan bisa menjawab dengan detail kinerja perusahaan, mulai dari prospek, historical record, kesehatan perusahaan, dsb.

2. Filosofi Investasi

Warren adalah seorang yang konservatif.
Dia hampir tidak pernah menjual saham yang sudah dia beli !!!
Kenapa? Karena Warren berinvestasi dengan analisa Fundamental.
Perusahaan yang dia beli adalah perusahaan yang memang benar benar terbaik secara fundamental, dengan harga yang sangat murah, dan menghasilkan pertumbuhan keuntungan melebihi rata rata industri yang lain.

3. Leverage : Daya Ungkit

ini pekerjaan Warren Buffett ketika muda.
Dia setiap hari membaca laporan keuangan perusahaan, menganalisanya, dan mencatat perusahaan mana yang paling bagus dibandingkan yg lainnya.
Selain membaca laporan keuangan, dia juga sambil berbisnis kecil kecilan.
Biasanya, setiap kali dia menemukan ada perusahaan yang lebih bagus secara fundamental, maka dia akan menjual saham di perusahaan lama nya, dan memindahkannya ke perusahaan baru nya.
Warren terus menerus menganalisa perusahaan mana yang memberikan return tinggi. Hal ini terus menerus Warren lakukan, sehingga Warren menjadi orang yg cukup didengar dalam dunia investasi. Orang bertanya pada Warren, ke perusahaan mana mereka harus berinvestasi.
Dari situ, Warren memulai bisnisnya dengan menciptakan Daya Ungkit (Leverage) berupa Partnership.
Saat itu, Warren sangat dikenal dikotanya, dan banyak orang mengatakan, “jika Anda ingin kaya, berinvestasilah bersama Warren Buffett.”
Hal ini yg tidak mudah ditiru oleh investor lain.
Kebanyakan investor menggunakan uang pribadi mereka dalam berinvestasi. Misalnya, seorang pensiunan, yang memutar uangnya di pasar saham. atau seorang anak muda yang menyisihkan gaji perbulan 5 juta untuk diputar di pasar saham.
Sementara Warren menggunakan Partnership sebagai Leverage, yang membuat dia lebih cepat kaya.
Kenapa tidak banyak orang yg mau melakukannya?
Karena tidak mudah mencari orang yg mau menjadi partner kita, terlebih ketika kita tidak memiliki reputasi yg bagus.

Dirangkum dari
http://syauqimujahid.wordpress.com/2012/07/14/kisah-sukses-warren-buffett/